You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Transjakarta Akselerasi Integrasi Moda dan Elektrifikasi Armada Wujudkan Mobilitas Berkelanjutan
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Transjakarta Komitmen Akselerasi Integrasi Moda dan Elektrifikasi Armada

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan layanan BRT maupun non-BRT, memperluas integrasi antarmoda, serta meningkatkan aksesibilitas publik.

"praktis, nyaman, dan efisien,"

Langkah strategis ini dilakukan guna menghadirkan layanan transportasi perkotaan yang semakin terhubung, andal, aman, dan ramah lingkungan.

Direktur Operasional dan Keselamatan Transjakarta, Mohamad Deddy Gamawan mengatakan, pengembangan transportasi publik di Jakarta tidak sekadar berfokus pada perluasan jangkauan, tetapi juga pada konektivitas antarlayanan demi kenyamanan mobilitas warga.

Transjakarta Gerak Cepat Tangani Halte Terdampak Vandalisme

Ia menyampaikan, Transjakarta terus berupaya menghadirkan layanan yang mampu menjangkau lebih banyak wilayah sekaligus mempermudah perjalanan masyarakat melalui integrasi antarmoda.

“Dengan jaringan yang saling terhubung, saat ini coverage area Transjakarta sudah mencapai 92 persen area DKI Jakarta. Masyarakat dapat menikmati moda transportasi publik yang lebih praktis, nyaman, dan efisien,” ujar Dega, sapaan akrabnya, Senin (31/8).

Ia menjelaskan, Transjakarta telah mengoperasikan 240 rute sampai saat ini, yang mencakup layanan BRT, feeder, Mikrotrans, Transjabodetabek, bus ke hunian rusun, Royaltrans, hingga layanan khusus lainnya.

Ia mengatakan, penguatan jaringan ini dirancang untuk memaksimalkan konsep first and last mile connectivity, memastikan perjalanan penumpang terakomodasi dari titik awal hingga destinasi akhir.

Realisasi integrasi fisik dan rute tersebut kini telah terhubung secara strategis di berbagai simpul transportasi, antara lain Stasiun MRT Jakarta (Bundaran HI, ASEAN, dan Lebak Bulus) dan Stasiun LRT Jabodebek (Setiabudi, Rasuna Said, Cikoko, Cawang, Ciliwung, dan Kuningan).

Selain integrasi fisik, masyarakat juga diuntungkan oleh integrasi tarif lintas moda dengan batas maksimum (plafon) Rp10.000 untuk durasi perjalanan hingga 180 menit.

“Integrasi bukan sebatas keterhubungan halte atau rute, melainkan juga kemudahan perpindahan penumpang antarmoda. Oleh karena itu, penguatan integrasi fisik, keterhubungan rute, dan keterjangkauan tarif menjadi prioritas utama pengembangan Transjakarta,” katanya.

Dega menyampaikan, sejalan dengan integrasi layanan, Transjakarta bertransisi menuju ekosistem transportasi rendah emisi melalui percepatan elektrifikasi armada.

Langkah ini mendukung target Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyediakan 50% angkutan umum bebas polusi pada 2027 dan mencapai 100% pada 2030.

Ia menambahkan, dengan penambahan berkelanjutan tersebut, Transjakarta kini telah mengoperasikan total 500 unit bus listrik di seluruh jaringan layanannya.

“Untuk mencapai target tersebut, kami menerapkan strategi peremajaan armada, pengadaan bus listrik baru, serta program retrofit. Pada tahun 2030, sebanyak 96 persen kontrak operator eksisting ditargetkan telah bertransformasi menggunakan kendaraan listrik,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pelajar SD di Kepulauan Seribu Ikuti Lomba Regu Prestasi Penggalang

    access_time28-08-2026 remove_red_eye1848 personAnita Karyati
  2. Peresmian LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai Dijadwal Ulang

    access_time26-08-2026 remove_red_eye818 personDessy Suciati
  3. Tawarkan 37 Proyek Strategis, Pramono Ajak Investor Bangun Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye735 personDessy Suciati
  4. JIF Summit 2026 Perkuat Kolaborasi dan Peluang Investasi Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye702 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Regulasi Turunan UU DKJ Diharapkan Rampung Sebelum Keppres IKN

    access_time28-08-2026 remove_red_eye678 personFakhrizal Fakhri